Wednesday, September 27, 2006

Fadhilah 30 Malam

Alhamdulillah kita bisa bertemu lagi dengan bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan, dan untuk menambah semangat dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan khususnya ibadah shalat tarawih berikut saya berikan kutipan dari artikel di www.cybermq.com karya Dadan Rusmawan. Semoga berguna dan bermanfaat.

Dalam Bulan Ramadhan terdapat shalat Tarawih. Pernah suatu ketika sahabat-sahabat Rasulullah, bertanya mengenai fadhilah (kelebihan) shalat sunat tarawih pada bulan Ramadhan yang diriwayatkan oleh Saiyidina Ali ra. Rasulullah bersabda:

Pada malam 1 - Keluar dosa-dosa orang mukmin pada malam pertama seperti ia baru dilahirkan, mendapat keampunan dari Allah.

Pada malam 2 - Diampunkan dosa-dosa orang mukmin yang shalat tarawih serta kedua ibu bapanya (sekiranya mereka orang beriman).

Pada malam 3 - Berseru Malaikat di bawah ‘Arash supaya kami meneruskan shalat tarawih terus menerus semoga Allah SWT mengampunkan dosa engkau.

Pada malam 4 - Memperoleh pahala ia sebagaimana pahala orang-orang yang membaca kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan AL-Quran.

Pada malam 5 - Allah SWT kurniakan baginya pahala sebagaimana orang shalat di Masjidilharam, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsa.

Pada malam 6 - Allah SWT kurniakan pahala kepadanya pahala malaikat-malaikat yang tawaf di Baitul Ma’mur (70 ribu Malaikat sekali tawaf), serta setiap batu-batu dan tanah-tanah mendoakan supaya Allah SWTmengampunkan dosa-dosa orang yang mengerjakan shalat tarawih pada Pada malam ini.

Pada malam 7 - Seolah-olah ia dapat bertemu dengan Nabi Musa serta menolong Nabi ‘Alaihissalam menentang musuh ketatnya Fir’aun dan Hamman.

Pada malam 8 - Allah SWT mengurniakan pahala orang shalat tarawih sepertimana yang telah dikurniakan kepada Nabi Allah SWTIbrahim ‘Alaihissalam.

Pada malam 9 - Allah SWT kurniakan pahala dan dinaikkan mutu ibadah hambanya seperti Nabi Muhammad S.A.W.
Pada malam 10 - Allah SWT mengurniakan kepadanya kebaikan di dunia dan di akhirat.

Pada malam 11 - Keluar ia daripada dunia (mati) bersih daripada dosa seperti ia baru dilahirkan.

Pada malam 12 - Datang ia pada hari Qiamat dengan muka yang bercahaya (cahaya ibadahnya).

Pada malam 13 - Datang ia pada hari Qiamat dalam aman sentosa daripada tiap-tiap kejahatan dan keburukan.

Pada malam 14 - Datang Malaikat menyaksikan ia bershalat tarawih, serta Allah SWT tiada menyesatkannya pada hari Qiamat.

Pada malam 15 - Semua Malaikat yang menanggung ‘Arasy, Kursi, berselawat dan mendoakannya supaya Allah SWT mengampunkannya.

Pada malam 16 - Allah SWT tuliskan baginya terlepas daripada neraka dan dimasukkan ke dalam Surga.

Pada malam 17 - Allah SWT kurniakan orang yang bertarawih pahalanya pada Pada malam ini sebanyak pahala Nabi-Nabi.

Pada malam 18 - Seru Malaikat: Hai Hamba Allah sesungguhnya Allah SWT telah ridha kepada engkau dan ibu bapa engkau (yang masih hidup atau mati).

Pada malam 19 - Allah SWT tinggikan darjatnya di dalam Surga Firdaus.

Pada malam 20 - Allah SWT kurniakan kepadanya pahala sekelian orang yang mati syahid dan orang-orang solihin.

Pada malam 21 - Allah SWT binakan sebuah istana dalam Surga daripada Nur.

Pada malam 22 - Datang ia pada hari Qiamat aman daripada tiap-tiap dukacita dan kerisauan (tidaklah dalam keadaan huru hara di Padang Mahsyar).

Pada malam 23 - Allah SWT binakan kepadanya sebuah bandar di dalam Surga daripada Nur.

Pada malam 24 - Allah SWT bukakan peluang 24 doa yang mustajab bagi orang bertarawih Pada malam ini, (elok sekali berdoa ketika dalam sujud).

Pada malam 25 - Allah SWT angkatkan daripadanya siksa kubur.

Pada malam 26 - Allah SWT kurniakan kepada orang bertarawih pahala pada Pada malam ini seumpama 40 tahun ibadah.

Pada malam 27 - Allah SWT kurniakan kepada orang bertarawih pahala pada Pada malam ini ketangkasan melintas atas titian Siratulmustaqim seperti kilat menyambar.

Pada malam 28 - Allah SWT kurniakan kepadanya 1000 darjat di akhirat.

Pada malam 29 - Allah SWT kurniakan kepadanya pahala 1000 kali haji yang mabrur.

Pada malam 30 - Allah SWT beri penghormatan kepada orang bertarawih pada malam terakhir ini yang teristimewa sekali, lalu berfirman: “Hai hambaKu: makanlah segala jenis buah-buahan yang engkau ingini hendak makan di dalam surga, dan mandilah engkau daripada air surga yang bernama Salsabila, serta minumlah air daripada telaga yang dikurniakan kepada Nabi Muhammad S.A.W. yang bernama ‘Al-Kauthar’”.

Friday, September 08, 2006

6.90.2400

Kemaren gw baru aja ketemu ma temen chatting gw untuk pertama kalinya. Kenal pertama sich maret taun lalu tapi masih sebatas chatting n sms aja, nah kebetulan gw ma dia punya pikiran yang sama buat ketemuan, jadi kemaren itulah baru sempetnya ketemu setelah 2 bulan sebelumnya direncanakan.
Perjalanan dimulai, jam 11 gw berangkat dari rumah melewati jalanan yang macet akhirnya sampe di terminal kp.rambutan jam setengah satu, itu belum selesai masih harus bertualang lagi soalnya anak ini tinggalnya di depok jadi baru sampe ditempat yang dijanjiin jam 2 kurang 15 menit (yes, gw ga telat soalnya gw janji ketemu jam 2).
Jam 2 dia belum dateng trus gw telp katanya masih di skul ada keperluan tugas kelompok, jadi deh gw nunggu dia sambil baca buku yang baru aja gw beli. Tiba-tiba perut gw ngerasa ga enak, o ternyata perut gw kembung udah ngabisin Pepsi 2 gelas.
Jam setengah 4 dia nelp katanya udah nyampe, dia gw suruh nemuin gw di musholla. Dah ketemu ngobrol-ngobrol sambil minum Pepsi lagi (kembung sekalian dech), dan seperti yang gw duga anaknya bawel banget, ga bisa diem, ceriwis (yo..wiss), yang jelas senyumnya manies banget.
Sekitar jam 4-an kita pulang soalnya dia haruz ngajar muridnya yang besok mau ulangan, nganterin dia bentar buat nyebrang gw langsung balik ke kp.rambutan.
Perjalanan belum selesai, sampe disana gw masih haruz nunggu 9B, setelah lama ditunggu eh tetep aja ga ada jd berhubung dah maghrib gw ikutin feeling gw buat naek angkot. Untuk pertama kalinya gw naek tu angkot jd gw cuma pasrah aja klo ntar ampe nyasar, tapi ternyata nggak gw sampe didaerah yang gw kenal.
Perjalanan gw hampir selesai tinggal sekali lagi naek angkot n nyampe dirumah gw jam 8-an.
Itu dia kegiatan sehari gw buat nemuin Ladrina.
6 jam perjalanan.90 menit menunggu.2400 detik bertemu

Liburan Tahun Ini

Liburan kuliah gw yang berlangsung dari akhir juli sampe akhir september ini bikin gw seneng banget, karena ada berapa hal yang udah gw rencanain dari sebelum liburan akhirnya kesampean di liburan kali ini walaupun ada juga yang belum dan kayaknya ga bakal tercapai karena liburan gw tinggal seminggu lagi. Ini nich beberapa hal yang gw rencanain n berhasil gw wujudkan.
1. Gw berencana ketemu ma semua anak TBF tanpa terkecuali, tapi sayang dua kali ngumpul ga pernah full-team. Waktu ketemu pertama diacara bakar ayam, Idam ga bisa dateng karena lagi ikut jambore di Jatinangor (kabarnya ketemu Bpk. Aburizal Bakrie di WC), Adni lagi ikut SP. Yang kedua giliran Ari ma Dhani yang ga jelas rimbanya.
2. Ketemu temen gw yang kul di Jogja, Diah namanya soalnya dah 2 taon gw ga ketemu dia.
3. Pindah Kost. yeah finally gw bisa keluar juga dari lingkungan cihampelas, baru 2 hari yang lalu selesai pindahan, rasanya seneng banget lepas dari suasana lama menuju suasana baru yang mudah-mudahan lebih menyenangkan.
4. Program Perbaikan Gizi, kalo ini sih berhasil banget tapi kok kayaknya malah over ya???
5. Ketemu temen Chatting gw. kalo yang ini ada bagian khusus untuk menceritakannya.

Ya itulah yang berhasil gw wujudkan, ada juga sich yang belom tapi mungkin lain kali baru bisa.
Itu juga yang membuat gw sebulan ga aktip nulis di blog ini jadi harap maklum bagi anda pengunjung setia blog ini, yang selalu menunggu tulisan gw (ada ga sich ????)

Monday, July 24, 2006

Pesan Seorang Teman

"Meniti Langkah Menuju Dewasa Adalah Perjalanan Yang Tak Terasa
Seiring Bertambahnya Usia Jatah Umurmu Akan Berkurang
Maka Gunakan Untuk Mencari Jalan Menuju Mardhotillah
Karena Usia Adalah Amanah"

Pesan diatas datang dari seorang teman gw di Purwakarta waktu gw merayakan Milad belum lama ini. Disaat teman2 gw yg lain mengingatkan untuk jgn lupa mentraktir, wanita berinisal P ini malah mengingatkan gw tentang hal tersebut.
Tanpa bermaksud meremehkan ucapan2 dari temen gw yang lain tapi rasanya ucapan inilah yang paling membekas dihati gw bahkan bisa dibilang Best Message (so inggris githu ya... sorry klo salah). Dan yang paling bikin gw heran adalah ucapan ini datang dari teman yang belum pernah gw temui orangnya, yang belum liat bagaimana sebenarnya gw (gw kenal dia karena isengnya teman gw ngasih nomor hp gw ke P ini).
Mudah2an pesan yang dia kasih ke gw bisa membuat gw jadi lebih baik, trus bagi lo yang ga sengaja buka blog gw dan baca pesan itu ga ada salahnya untuk memahami bahkan kalo perlu merenungi arti dari pesan itu.

Wednesday, July 12, 2006

Tenggelam Didalam Bayangan

Hari ini kulihat bayangan di tempatku berdiri yang disinari teriknya matahari. Tapi kali ini sangat aneh bayangan yang kulihat, bayangan ini mengelilingi seluruh badanku seakan matahari menyinariku dari berbagai arah. Setelah sekian lama baru aku menyadari bahwa bayangan itu bukanlah bayanganku, bahkan aku tidak bisa melihat kembali diriku karena diriku telah tenggelam oleh bayangan itu, bayangan seorang teman.

Lirih

Kesepian ini menggangguku
Akan adakah teman yang datang menghampiriku?
Akan datangkah kekasih untuk menghiburku?

Akan mekarkah bunga dan memberikan harumnya untukku?
Tidak ada yang dapat kulakukan
Selain kucoba pejamkan mata dan berharap kelak ini akan berakhir

Wednesday, June 21, 2006

Kesetiaan Paling Memukau Dalam Sejarah

""Demi Allah, tidak ada ganti yang lebih baik dari dia, yang beriman kepadaku saat semua orang ingkar, yang percaya kepadaku ketika semua mendustakan, yang mengorbankan semua hartanya saat semua berusaha mempertahankannya dan darinyalah aku mendapatkan keturunan." "

Begitulah Rasulullah SAW menggambarkan kepribadian Siti Khadijah r.a., istri pertamanya. Seorang isteri sejati, muslimah yang dengan segenap kemampuan diri berkorban demi kejayaan Islam.

Siti Khadijah r.a. berasal dari keturunan terhormat, mempunyai harta kekayaan yang tidak sedikit serta terkenal sebagai wanita yang tegas dan cerdas. Bukan sekali dua kali pemuka kaum Quraisy berusaha untuk mempersunting dirinya. Tetapi pilihannya, justru malah jatuh pada seorang pemuda yang bernama Muhammad, pemuda yang terkenal sebagai seorang yang terpercaya (al-amin), yang tak tergiur oleh kekayaan dan kecantikan Siti Khadijah r.a.

Siti Khadijah r.a. adalah wanita pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Ia banyak membantu dalam meneguhkan tekad Rasulullah SAW ketika melaksanakan risalah dakwah. Ia senantiasa berusaha meringankan kepedihan hati dan menghilangkan keletihan serta penderitaan yang dialami oleh suaminya, dalam menjalankan tugas dakwah menegakkan kalimat tauhid. Inilah keistimewaan dan keutamaan Khadijah dalam sejarah perjuangan Islam. Beliau adalah sumber kekuatan yang berada di belakang Rasulullah SAW.

Setia Kapanpun

Mari kita singkap kembali peristiwa yang sungguh mendebarkan jantung Rasulullah SAW. Peristiwa itu ialah penerimaan wahyu yang pertama di Gua Hira. Sekembalinya ke rumah, baginda berkata kepada isterinya yang tercinta,”Aku berasa khawatir terhadap diriku.”

Siti Khadijah r.a. berusaha menabahkan hati suami yang ditaatinya dengan berkata, “Wahai kakanda, demi Allah, Tuhan tidak akan mengecewakanmu karena sesungguhnya kakanda adalah orang yang selalu memupuk dan menjaga kekeluargaan serta sanggup memikul tanggungjawab. Dirimu dikenali sebagai penolong kaum yang sengsara, sebagai tuan rumah yang menyenangkan tamu, ringan tangan dalam memberi pertolongan, senantiasa berbicara benar dan setia kepada amanah.”

Apakah ada wanita lain yang dapat menyambut sedemikian baik peristiwa bersejarah yang berlaku di Gua Hira seperti yang dilakukan oleh Khadijah kepada suaminya? Apa yang dikatakan oleh Khadijah kepada suaminya pada saat menghadapi peristiwa besar itu menunjukkan betapa besarnya kepercayaan dan kasih sayang seorang isteri kepada suami. Sedikit pun Khadijah tidak merasa ragu-ragu atau syak di dalam hatinya. Persoalannya, dapatkah kita berlaku demikian?

Siti Khadijah r.a. merupakan wanita kaya dan terkenal. Ia bisa saja hidup bermewah-mewah dengan hartanya sendiri. Namun, semua itu dengan rela dikorbankannya untuk memudahkan tugas-tugas suami. Hal ini jelas menunjukkan beliau merupakan wanita yang mendorong kemajuan pahlawan umat manusia, melindungi pejuang terbesar dalam sejarah dengan mewujudkan kedamaian dalam kehidupan rumah tangga. Sikap inilah yang menjadi salah satu sumber kekuatan Rasulullah SAW sepanjang kehidupan mereka bersama.

Setia Dimanapun

Mari kita teliti, fahami serta hayati beberapa gambaran kesetiaan Khadijah yang telah membina kekuatan pada diri dan kehidupan penegak risalah Islam itu.

Sepanjang hidupnya bersama Rasulullah SAW, Siti Khadijah begitu setia menyertai baginda dalam setiap peristiwa suka dan duka. Setiap kali suaminya ke Gua Hira, ia pasti menyiapkan semua bekal dan keperluannya. Seandainya Rasulullah SAW agak lama tidak pulang, ia akan datang menengok untuk memastikan keselamatan sang suami. Sekiranya Rasulullah SAW khusyuk bermunajat, beliau tinggal di rumah dengan sabar sehingga suaminya pulang. Apabila suaminya mengadu kesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, sekuat diri ia menenteramkan dan menghiburkan hati suaminya sampai-sampai diliputi ketenangan. Setiap ancaman dan penganiayaan dihadapi bersama. Malah dalam banyak kegiatan peribadatan Rasulullah SAW, Siti Khadijah r.a. Dipastikan selalu ada bersama dan membantu baginda dari mulai hal kecil seperti menyediakan air untuk mengambil wudu.

Kecintaan Khadijah bukanlah sekadar kecintaan kepada suami, sebaliknya yang jelas adalah berlandaskan keyakinan yang kuat tentang keesaan Allah SWT. Segala pengorbanan untuk suaminya adalah ikhlas untuk mencari keridlaan Allah SWT. Allah Maha Adil dalam memberi rahmat-Nya. Setiap amalan yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan pasti mendapat ganjaran yang kekal. Itu termaktub dalam firman-Nya :

Barang siapa yang mengerjakan amalan saleh, baik lelaki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. An-Nahl: 97)

Janji Allah itu pasti benar. Kesan kesetiaan Siti Khadijah r.a. bukan sekadar menghasilkan kekuatan yang mendorong kegigihan dan perjuangan Rasulullah SAW, malah membawa berkah yang besar kepada rumah tangga mereka berdua. Anak-anak yang lahir juga adalah anak-anak yang saleh. Keturunan Rasulullah SAW merupakan insan yang senantiasa taat melaksanakan perintah Allah SWT. Semua ini menghasilkan kekuatan yang membantu meningkatkan perjuangan Islam.

Wahai muslimah, sekarang adalah masa untuk hidupkan kembali hakikat ini dalam kehidupan. Semoga kekuatan Islam akan kembali menaungi kehidupan setiap insan.

Sumber: www.CyberMQ.com

Thursday, June 15, 2006

Melati Itu

Melati Itu Sering Kujumpai Dimimpi

Dekat, Tapi Tak Pernah Bisa Kusentuh

Jauh, Tetapi Wanginya Tercium Olehku

Kini..........

Melati Itu Masih Terlihat Indah Ditangkainya

Aku Hanya Bisa Menunggu Dan Bersabar

Untuk Memetiknya

Entah Kapan……….

Melati Itu Akan Menghiasi Resah Hatiku